Mengenal Nullsoft Scriptable Install System (NSIS)

NSIS (Nullsoft Scriptable Install System) adalah sebuah program yang memungkinkan seorang programmer untuk membuat installer Windows dari aplikasi yang dibuatnya. NSIS dirilis di bawah lisensi open source dan gratis digunakan untuk berbagai keperluan seperti pribadi, edukasi maupun bisnis.

NSIS menciptakan sebuah installer yang mampu menginstal, menghapus, melakukan pengaturan sistem, mengekstrak file, dan sebagainya. Karena installer NSIS berdasarkan pada sebuah skrip maka setiap bagian dari installer tersebut dapat sepenuhnya dikontrol. Bahasa skrip mendukung variabel, fungsi, manipulasi string, seperti bahasa pemrograman yang normal – tetapi dirancang khusus untuk membuat sebuah installer. Dengan semua fitur yang dimilikinya, NSIS merupakan sistem installer terkecil yang ada saat ini. Dengan pilihan default, overhead-nya hanya berukuran 34 KB.

Versi NSIS yang digunakan oleh penulis adalah 2.46, walaupun Anda bebas menggunakan versi yang lebih baru. Untuk mulai menggunakan NSIS, silakan men-download program tersebut dari alamat:

http://nsis.sourceforge.net/

Seperti dijelaskan di atas, pembuatan installer dengan NSIS adalah dengan cara menuliskan baris-baris perintah pada sebuah file skrip. Rangkaian perintah tersebut dapat terdiri dari beberapa baris saja untuk sebuah installer yang sederhana, atau sebuah file skrip yang cukup panjang jika langkah instalasinya kompleks. Semua pembuatan file skrip harus dilakukan oleh programmer dengan cara mengetikkan perintah-perintah tersebut seperti sebuah program. Jadi berbeda dengan program installer lainnya yang berbentuk grafikal dengan wizard-nya, NSIS mengharuskan programmer mengetik perintah langkah-langkah instalasi secara manual. Secara default file skrip NSIS memiliki ekstensi “nsi”.

Walaupun kesannya merepotkan dan membutuhkan pengetahuan khusus untuk mempelajari perintah-perintah program instalasi namun sebetulnya hal itu tidak terlalu membebankan karena sebetulnya skrip tersebut bentuknya tidak terlalu banyak variasinya karena langkah-langkah instalasi tidak terlalu berbeda antara aplikasi yang satu dengan yang lainnya, bukan? Setelah programmer membuat sebuah file skrip, ia bisa menggunakannya lagi untuk keperluan lain dengan melakukan beberapa perubahan kecil. Selain itu karena komunitas NSIS cukup besar maka di Internet cukup mudah dijumpai contoh-contoh file skrip yang bisa ditiru. Dokumentasi dan referensi NSIS juga cukup banyak tersedia di Internet dapat diperoleh dengan mudah.

Sebuah skrip NSIS adalah file teks biasa dengan struktur khusus. File skrip NSIS dapat dibuat dengan editor teks apapun seperti Notepad. Walaupun tidak diharuskan, pembaca dapat menggunakan sebuah editor teks bernama HM NIS Edit. Editor teks ini dirancang khusus untuk pembuatan skrip NSIS. Editor ini dilengkapi dengan wizard yang dapat membantu programmer membuat skrip dengan cepat.

HM NIS Edit dapat diperoleh dengan gratis pada situs web berikut ini:

http://hmne.sourceforge.net/

Setelah sebuah file nsi terbentuk, selanjutnya skrip itu dapat di-compile menggunakan NSIS untuk menghasilkan sebuah file installer.

nsis-intro-01

  1. Buka Windows Explorer dan cari sebuah file nsi.
  2. Klik kanan dan pilih “Compile NSIS Script
  3. Jika tidak ada kesalahan maka sebuah file installer berbentuk EXE akan terbentuk pada folder yang sama.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai file skrip NSIS, berikut ini diperlihatkan sebuah file nsi yang sederhana.

 

Skrip NSIS di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Name digunakan untuk memberi nama pada installer. Nama itu akan muncul pada judul window saat installer dijalankan.
  • OutFile digunakan untuk memberi nama file installer yang bersangkutan.
  • InstallDir digunakan untuk menetapkan lokasi default dari aplikasi yang akan diinstal. Sedangkan $PROGRAMFILES adalah konstanta yang dikenal oleh NSIS untuk merujuk ke folder “Program Files” dari Windows.
  • DirText digunakan untuk menampilkan pesan pada window installer.

Baris-baris perintah di atas adalah sebagai header dari skrip NSIS. Sesungguhnya inti dari program instalasi adalah di dalam blok Section dan SectionEnd.

  • SetOutPath digunakan untuk menetapkan lokasi instalasi, sedangkan $INSTDIR adalah lokasinya yang secara default merujuk ke perintah InstallDir sebelumnya.
  • File digunakan untuk menyebutkan file yang akan disalin ke dalam $INSTDIR.

Berikut ini adalah tampilan ketika installer dijalankan. Perhatikan teks yang muncul pada window tersebut sesuai dengan apa yang terdapat pada skrip.

nsis-intro-02

Dan inilah yang ada di dalam folder ..\Program Files\Example1.

nsis-intro-03

Sekarang kita akan melakukan sedikit modifikasi pada skrip diatas yaitu:

  1. Menambahkan langkah pembuatan menu di Start à All Programs
  2. Menambahkan langkah uninstall

Perubahan ditandai dengan warna untuk membedakan dari skrip sebelumnya.

Setelah installer dijalankan kembali, perhatikan bahwa shortcut di menu Start telah ditambahkan.

nsis-intro-04

Program uninstaller telah ditambahkan di lokasi instalasi.

nsis-intro-05

Tampilan window uninstaller.

nsis-intro-06

Demikian pengenalan NSIS secara singkat yang dapat dijelaskan oleh artikel ini. Untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh mengenai perintah-perintah skrip NSIS, pembaca dianjurkan membaca User Manual dan contoh-contoh skrip yang sudah disedakan oleh NSIS.

nsis-intro-07

 

end-of-doc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *