Membuat Catu Daya +5 dan +12 Volt DC

Pada artikel ini akan dijelaskan cara membuat catu daya (power supply) +5 dan +12 Volt DC yang stabil untuk projek-projek elektronik secara mudah, murah dan cepat. Pada umumnya catu daya DC bisa diperoleh dengan cara membuat sendiri sebuah adaptor dari rangkaian elektronik sederhana menggunakan komponen-komponen dasar seperti transformator, diode dan kapasitor. Ditambah dengan kabel, jepit buaya/jack, saklar, kotak, lampu led dan sebagainya maka jadilah sebuah catu daya DC yang siap untuk digunakan. Namun kali ini kita akan memakai cara lain untuk mendapatkan sebuah catu daya, yaitu memanfaatkan catu daya dari komputer bekas.

Jika Anda memiliki sebuah PC yang sudah tidak terpakai dan catu dayanya masih dalam kondisi yang baik, maka kita bisa memanfaatkan bagian tersebut untuk projek ini. Sebuah catu daya komputer dapat menyediakan tegangan yang dibutuhkan yaitu +5 v dan +12 v. Tergantung dari catu daya komputer yang Anda miliki, secara umum ia menyediakan beberapa jenis konektor daya seperti:

  • ATX 20 pin
  • ATX 24 pin
  • ATX 4 pin
  • Molex 4 pin
  • Berg 4 pin
  • PCI Express 6 pin
  • PCI Express 8 pin
  • Serial SATA

Pada projek ini kita tidak akan merusak atau menggunting kabel bagian manapun dari catu daya ini, supaya ia bisa digunakan kembali secara utuh jika nanti Anda membutuhkannya lagi. Sekarang silakan membuka kotak penutup komputer Anda dan melepaskan baut-baut, kabel-kabel catu daya dari papan utama komputer, kipas, disk drive dan perangkat lainnya sehingga catu daya itu bisa dikeluarkan dari komputer. Karena sudah lama tidak terpakai atau tidak pernah dibersihkan, catu daya itu biasanya dalam keadaan yang sangat berdebu, jadi silakan Anda membersihkannya terlebih dahulu dengan kain atau tisu lembab untuk mengangkat debu dan kotorannya. Kota penutup catu daya juga boleh dibuka dengan melepaskan baut-bautnya untuk membersihkan bagian dalamnya. Hati-hati pada saat Anda membersihkan bagian dalam catu daya karena bagian ini sangat sensitif terhadap air. Sebaiknya Anda menggunakan sikat gigi atau kuas kering untuk menghilangkan debu dan kotorannya. Anda bisa menggunakan kain atau tisu lembab untuk bagian yang bukan komponen elektronik (seperti kabel, baling-baling kipas dan dinding kotak).

Setelah catu daya dalam keadaan bersih, sekarang saatnya memperhatikan konektor yang dimiliki oleh catu daya ini. Umumnya sebuah catu daya memiliki beberapa jenis konektor. Silakan bandingkan bentuk penampang pin konektor-konektor tersebut dengan gambar yang diperlihatkan berikut ini.

arduino-catudaya01

Gambar 1. Beberapa penampang pin catu daya.

1. Membuat Kabel Catu Daya

Pada artikel ini akan dijelaskan pemanfaatan konektor Molex 4 pin karena konektor ini adalah bentuk yang paling umum dan hampir pasti ditemukan pada semua jenis catu daya.

arduino-catudaya02

Gambar 2. Penampang pin catu daya Molex 4 pin.

Khusus pada konektor Molex 4 pin, kita bisa mendapatkan 2 buah kabel catu daya yaitu:

  • +5 volt dari kabel merah (pin 4) dan kabel hitam (pin 3)
  • +12 volt dari kabel kuning (pin 1) dan kabel hitam (pin 2)

Biasanya pada sebuah catu daya terdapat cukup banyak konektor Molex 4 pin. Silakan Anda memilih salah satunya. Nantinya sisa konektor yang lain bisa dimanfaatkan jika ada keperluan tambahan catu daya.

Supaya tidak ada bagian kabel yang digunting, konektor yang ada perlu disambungkan dengan sebuah pasangan konektor yang biasanya berwarna putih. Nantinya pasangan konektor inilah yang bisa kita modifikasi bagian ujungnya, misalnya dengan memasang jack catu daya atau jepit buaya.

 arduino-catudaya03

Gambar 3. Pasangan konektor Molex 4 pin.

Biasanya pasangan konektor Molex 4 pin ini tidak dijual secara lepas, tapi dibagian ujungnya terhubung ke sesuatu misalnya kipas, kepala konektor, dan sebagainya. Tentunya sangat sayang jika Anda membeli sebuah kipas dan mengorbankannya hanya untuk mendapatkan pasangan konektor berwarna putih ini. Jadi yang perlu kita lakukan adalah mendapatkan sebuah kabel pasangan konektor Molex 4 pin dengan harga semurah mungkin. Yang dilakukan penulis adalah membeli sebuah kabel konverter dari konektor Molex 4 pin ke konektor serial SATA seharga Rp 10.000,-. Setelah itu bagian konetor serial SATA-nya “dikorbankan”.

arduino-catudaya04

Gambar 4. Kabel konverter dari konektor Molex 4 pin ke konektor serial SATA.

Setelah kepala konektor serial SATA digunting selanjutnya dua pasangan kabel merah-hitam dan kuning hitam tersebut disambungkan dengan kabel catu daya berwarna hitam-merah yang cukup panjang (sekitar 50 cm) dan di masing-masing ujungnya dipasangkan jack seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

arduino-catudaya05

Gambar 5. Kabel konektor Molex disambung dengan kabel hitam-merah.

Sebagai alternatif Anda bisa menggunakan jepit buaya untuk menggantikan jack.

2. Menghidupkan Catu Daya

Sekarang saatnya menghidupkan catu daya. Silakan menghubungkan catu daya dengan kabel daya AC lalu perhatikan apakah kipas dari catu daya itu berputar. Jika kipas itu tidak bergerak, jangan terburu-buru menyimpulkan catu daya itu rusak. Itu cukup normal karena ada “saklar” pada catu daya yang harus dinyalakan. Saklar on-off ini sebetulnya tidak betul-betul sebuah saklar fisik, tetapi ia adalah sebuah pin yang harus disambungkan. Pada sebuah catu daya komputer umumnya terdapat sebuah konektor ATX 20 pin atau ATX 24 pin. Silakan Anda kembali ke gambar 1 dan bandingkan dengan konektor ATX mana yang Anda miliki.

Apapun tipe konektor ATX yang ada pada catu daya itu, selalu ada sebuah kabel berwarna HIJAU (pin nomor 14 pada pada ATX 20 pin atau pin nomor 16 pada ATX 24 pin). Pin ini disebut sebagai “Power On”. Pin inilah yang berfungsi untuk menyalakan catu daya.

 

CATATAN:

Untuk menyalakan catu daya, pin Power On harus dihubungkan dengan pin Ground, dalam hal ini:

  • Pin ke-14 dan pin ke-15 pada ATX 20 pin, atau
  • Pin ke-16 dan pin ke-17 pada ATX 24 pin

Jika Anda memiliki sebuah jumper, silakan menggunakannya untuk mem-bypass kedua pin yang bersebelahan itu. Namun jika tidak tersedia, silakan menggunakan kabel atau kawat kecil untuk menyambungkan kedua pin tersebut.

arduino-catudaya06

Gambar 6. Pin Power On harus dihubungkan dengan pin Ground.

 Alternatif lainnya Anda bisa menyambungkan pin Power On dan Ground ini dengan sebuah saklar sehingga kedua pin ini bisa dalam keadaan terhubung atau terlepas.

Sekarang silakan menghubungkan kembali catu daya komputer tersebut dengan daya AC. Seharusnya kali ini kipas berputar menandakan catu daya telah hidup. Gunakan multimeter untuk mengukur tegangan pada kabel catu daya yang dibuat pada langkah sebelumnya untuk memastikan keluarannya +5 volt dan +12 volt.

Demikianlah ulasan pada artikel ini untuk membuat catu daya DC yang handal namun murah.

 

end-of-doc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *